Mau Cari Apa?

Friday, 4 October 2019

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, 4 April 2019 #2

Friday, October 04, 2019 0 Comments
Di pendakian inilah saya sedikit kesal dengan Bang Dio, karena dia selalu nge-push saya untuk berjalan sedikit cepat. Saya sudah merasa tidak enak badan ketika melewati hot spring tadi, mungkin karena perubahan suhu yang terlalu mendadak. Setelah melewati hot spring yang hangat, suhu semakin dingin. Saya tahu, hari sudah semakin sore dan kami harus mengejar sampai di puncak sebelum maghrib tiba dan bisa membuka tenda di Alun-alun Surya Kencana. Rencana hanya sekedar rencana, ketika sampai di tanjakan setan pun waktu sudah sore dan sedikit gerimis. Melihat tanjakan setan yang cukup terjal tersebut, kami turun kembali dan mengambil jalur lain. Untuk apa membahayakan diri sendiri kalau ada jalan yang lebih mudah untuk dilewati. Manusia memang terkadang rumit dan nge-sok. Saya sih setuju dengan jokes khas Palembang, "kalo wong laen pacak ngapo nak kito nian?" (Kalau orang lain bisa kenapa harus kita?) Cukuplah pendaki lain saja yang melewati tanjakan setan itu, kami mencari aman saja.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, 4 April 2019 #1

Friday, October 04, 2019 0 Comments
Tahun ini adalah tahun ke-delapan saya mengenal seorang pria yang bernama M. Dio Oktarustandy R. atau yang sering saya panggil Bang Dio. Saya mengenalnya sejak tahun pertama saya kuliah dulu. Sebagian besar pendakian yang saya lakukan selalu bersamanya. Dia bukan orang yang pertama kali mengenalkan gunung kepada saya dan dia juga bukan orang yang pertama kali mengajak saya mendaki gunung tetapi perannya dalam pendakian saya sangatlah berarti. Kebetulan saja setelah pendakian pertama saya pada tahun 2013 lalu, yang kebetulan juga bersamanya, saya mulai mempercayakan beberapa pendakian saya selanjutnya bersamanya. Jangan ditanya mengapa, karena saya pun tidak tahu. Atau mungkin karena dia sudah mengenal sifat saya (ini masih kemungkinan ya) jadi saya tidak perlu repot-repot beradaptasi kembali dengan orang baru, yang memang susah saya lakukan. Tambahan, kedua kakak perempuan saya pun sudah mengenal Bang Dio jadi jika ingin mendaki tinggal menjual namanya saja. Oh iya, indikator teman dekat menurut saya adalah jika saya sudah berani buang angin di depan mereka. Jadi, beruntunglah kalian yang pernah mendengar saya buang angin, baik yang disengaja maupun tidak sengaja 😁 Berarti kalian sudah saya anggap teman dekat saya karena menurut saya buang angin itu membutuhkan tempat yang nyaman.

Sunday, 17 March 2019

Bukit Besak, 20 Januari 2019

Sunday, March 17, 2019 2 Comments
Ini adalah kali kedua saya mendaki Bukit Besak Lahat. Pendakian pertama saya ke sini dilakukan pada bulan September tahun 2015 lalu. Pendakian pertama yang saya lakukan setelah saya menjalani operasi tulang pada tiga jari kaki kiri saya yang patah waktu Kuliah Kerja Nyata (KKN) sewaktu saya masih menjadi mahasiswa dulu. Mungkin untuk cerita pendakian tersebut selengkapnya akan saya tuliskan di postingan saya selanjutnya. Sebenarnya sih cerita tersebut sudah ada di arsip blog saya, dasar saya saja yang pemalas!

Thursday, 28 February 2019

The Failed Hero

Thursday, February 28, 2019 0 Comments
Cerita ini berawal dari renovasi atap rumah saya. Jadi, hari Minggu lalu kami sekeluarga sepakat untuk merenovasi atap teras belakang rumah kami. Teras belakang adalah tempat bernaung dan nongkrongnya Eson, semua kegiatan Eson dilakukan di bagian teras belakang rumah kami, dan kebetulan kamar tidur saya juga berada di belakang agar mudah memantau pergerakan Eson.

Monday, 31 December 2018

Pasangan Serasi

Monday, December 31, 2018 0 Comments
Tidak terasa besok sudah memasuki tahun 2019. Saya sudah melewati hari-hari di tahun 2018 dengan berbagai macam cerita menyenangkan maupun menyedihkan. Akhir-akhir ini, saya pun sudah jarang menulis blog ataupun sekedar meng-update status di media sosial saya. Jujur, sejak Eball meninggal saya sedikit menjauhkan diri dari gadget dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan Eson dan orang tua saya.

Sunday, 25 November 2018

Goodbye, Eball

Sunday, November 25, 2018 0 Comments
Eball, kucing himalayan betina yang sudah tinggal bersama saya dan keluarga saya selama 3,5 tahun ini. Kucing pertama yang membuat saya tidak takut dengan kucing. Eball hadir di tengah-tengah keluarga saya ketika pertengahan tahun 2015. Tepat ketika saya mulai masuk kembali ke kampus setelah berbulan-bulan izin dikarenakan kecelakaan, yang mengakibatkan jari-jari kaki kiri saya patah.

Wednesday, 7 November 2018

Pantjoran Tea House

Wednesday, November 07, 2018 4 Comments
Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Kota Jakarta kembali. Saya ke Jakarta bukan hanya sekedar jalan-jalan, saya mengikuti tes CPNS, sama seperti saya ke Jakarta sebelumnya, selalu saja mengikuti tes CPNS. Tidak usah repot-repot menanyakan hasil tesnya bagaimana, saya tahu kok jika kalian semua perhatian dengan saya. Tetapi ya, namanya juga usaha, kadang berhasil kadang juga belum berhasil.