Setelah dari Pelabuhan Bau Bau, suasana di kapal semakin kacau dan pengap. Penumpang yang naik dari pelabuhan ini sangat banyak, sampai-sampai mereka tidak kebagian ranjang tidur lagi. Yang membuat miris adalah bayaran tiket mereka sama tetapi mereka tidak mendapatkan tempat di kapal. Beberapa penumpang terpaksa mengisi lantai-lantai dek kapal dengan menggunakan kardus atau karung yang dijual oleh para ABK ataupun pedagang.
Pernah dengar kata Inavis sebelumnya? Kalau belum, saya jelaskan secara singkat dulu ya tentang Inavis. Jadi, Inavis ini adalah singkatan dari Indonesia Aspiring Volunteering Society. Inavis (Indonesia Aspiring Volunteering Society) adalah organisasi berbasis kesukarelawanan yang bercita-cita tinggi dan berkomitmen untuk mencapai hasil pembangunan kesejahteraan hidup dan sosial di Indonesia, Asia dan dunia. Untuk informasi lebih lengkapnya kalian bisa langsung mengecek websitenya saja ya di sini.